Berita Terkait

Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Barat (BPS-Statistics of Sulawesi Barat Province)Jl. RE Martadinata No. 10
Mamuju
Mailbox : [email protected]
WhatsApp: 0812-1100-7600
Tentang Kami
Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital
Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik
Produk - Berita dan Siaran Pers
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Barat Menguat di Tengah Dinamika Kependudukan yang Menuju Bonus Demografi
5 Mei 2026 | Kegiatan Statistik Lainnya
Mamuju, 5 Mei 2026 — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat merilis perkembangan indikator ekonomi dan sosial terbaru yang mencakup pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026, kondisi ketenagakerjaan Februari 2026, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) 2025, serta hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025. Kepala BPS Provinsi Sulawesi Barat, Suri Handayani, menyampaikan bahwa secara umum kondisi makro Sulawesi Barat menunjukkan tren positif yang stabil, diimbangi dengan struktur kependudukan yang semakin produktif.
Ekonomi Tumbuh Positif 5,33 Persen dengan Sandaran Utama pada Sektor Pertanian
Perekonomian Sulawesi Barat pada triwulan I-2026 menunjukkan ketahanan yang kuat dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp17,78 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp9,67 triliun. Secara tahunan (year-on-year), ekonomi Sulawesi Barat berhasil tumbuh sebesar 5,33 persen, meskipun secara kuartalan (quarter-to-quarter) mengalami kontraksi sebesar 5,58 persen yang dipengaruhi oleh pola musiman. Struktur ekonomi daerah ini masih sangat bergantung pada sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memberikan kontribusi dominan sebesar 47,28 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi sebesar 49,55 persen terhadap total PDRB.
Pasar Kerja Menguat: Penyerapan Tenaga Kerja Meningkat dan Pengangguran Menyusut
Kondisi ketenagakerjaan di Sulawesi Barat pada Februari 2026 juga mencatatkan capaian yang menggembirakan. Dari total penduduk usia kerja sebanyak 1.119,21 ribu orang, jumlah angkatan kerja aktif mencapai 825,43 ribu orang. Terdapat peningkatan signifikan pada jumlah penduduk bekerja yang mencapai 801,23 ribu orang, atau bertambah sebanyak 36,61 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini berdampak pada terkendalinya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di angka 2,93 persen. Meskipun penyerapan tenaga kerja masih didominasi oleh sektor pertanian sebesar 50,83 persen dan status pekerjaan informal yang mencapai 71,77 persen, tren pertumbuhan ini menunjukkan daya serap pasar kerja yang semakin membaik.
Kualitas Kesetaraan Gender Membaik Seiring Menurunnya Indeks Ketimpangan
Peningkatan kualitas sosial tercermin dari penurunan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Sulawesi Barat tahun 2025 yang tercatat sebesar 0,459. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,032 poin dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 0,491. Penurunan nilai IKG ini menandakan bahwa ketimpangan antara laki-laki dan perempuan pada dimensi kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan partisipasi ekonomi semakin berkurang. Walaupun demikian, pemerintah daerah masih memiliki tantangan dalam memperkecil selisih partisipasi kerja, mengingat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki masih berada di angka 86,29 persen, melampaui partisipasi perempuan yang sebesar 60,87 persen.
Dinamika Demografi SUPAS 2025: Fertilitas Terkendali dan Peluang Bonus Demografi
Hasil SUPAS 2025 menunjukkan bahwa Provinsi Sulawesi Barat masih memiliki peluang besar untuk menikmati bonus demografi dengan rasio ketergantungan yang menurun menjadi 49,12. Hal ini didukung oleh struktur penduduk yang didominasi oleh Generasi Z (28,14 persen) dan Milenial (23,65 persen). Di sisi lain, tren fertilitas terus menunjukkan penurunan di mana Angka Kelahiran Total (TFR) kini mencapai 2,50, semakin mendekati tingkat replacement level.
Kualitas kesehatan masyarakat juga terus membaik yang ditandai dengan penurunan Angka Kematian Bayi (IMR) menjadi 25,70 per 1.000 kelahiran hidup. Dalam hal mobilitas, terdapat pola migrasi yang dinamis di mana kabupaten seperti Pasangkayu, Mamuju Tengah, dan Mamasa mencatat migrasi risen neto yang positif. Meskipun persentase lansia meningkat menjadi 8,81 persen, sebagian besar dari mereka telah terlindungi oleh jaminan kesehatan (85,82 persen), menunjukkan komitmen pembangunan yang inklusif di Sulawesi Barat.
Narahubung Media
Haryo Satriaji
Humas Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Barat
082210289671 (WA)